Reli Harga Bitcoin Bisa Tunda Penurunan Suku Bunga The Fed

banner 120x600
banner 468x60

JPMorgan menyebut bahwa reli kenaikan harga Bitcoin (BTC) dapat menyebabkan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), menunda rencana penurunan suku bunga akhir tahun ini.

banner 325x300

Marko Kolanovic, pakar strategi di JPMorgan, mengatakan dalam sebuah catatan baru-baru ini bahwa kenaikan harga Bitcoin di atas US$60.000, dikombinasikan dengan rekor tertinggi untuk pasar saham, menunjukkan bahwa ‘buih’ mulai terakumulasi dalam aset-aset berisiko.

Hal itu, pada akhirnya, dinilai dapat mendorong The Fed untuk menunda rencana penurunan suku bunga, yang sering kali bersifat stimulatif terhadap aset-aset berisiko, karena hal ini dapat memicu putaran inflasi berikutnya.

“Hal ini mungkin akan membuat kebijakan moneter lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama, karena penurunan suku bunga yang prematur berisiko meningkatkan harga aset lebih lanjut atau menyebabkan peningkatan inflasi,” ungkap Marko Kolanovic.

Menurut CME FedWatch Tool, market saat ini memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga setidaknya 3 kali pada tahun 2024, dengan penurunan suku bunga pertama terjadi pada bulan Juni mendatang.

Karena sebagian besar kenaikan pasar saham sejak bulan Oktober 2023 didorong oleh ekspektasi inflasi yang terkendali dan suku bunga yang lebih rendah, penundaan lebih lanjut dalam rencana penurunan suku bunga The Fed dapat berdampak buruk pada narasi bullish pasar saham dan aset berisiko lainnya seperti market kripto.

“Jika disinflasi masih berjalan dengan baik, ‘Apa yang harus dilakukan secara terburu-buru?’” catat Marko Kolanovic mengutip pernyataan Christopher Waller, anggota Dewan Gubernur The Fed.

Indeks S&P 500 Berpotensi Turun 18%

Secara keseluruhan, analis dari JPMorgan itu terus cenderung bearish pada saham, dengan alasan bahwa market saat ini memperkirakan harga kesempurnaan dengan sedikit indikasi bahwa investor melakukan lindung nilai terhadap risiko.

“Volume saham berada di titik terendah dalam beberapa tahun terakhir, membuat kita gelisah mengingat harga saham mahal (dibandingkan dengan obligasi dan uang tunai), dimiliki dengan baik, terkonsentrasi pada perusahaan-perusahaan besar, terlalu bergantung pada narasi artificial intelligence (AI), dan tampaknya tidak memiliki peluang untuk pertumbuhan (berdasarkan berada di posisi tertinggi),” imbuh Marko Kolanovic.

Analis di JPMorgan ini memperkirakan indeks S&P 500 berpotensi mengalami penurunan sebesar 18% dari levelnya saat ini. Pada gilirannya, hal tersebut bisa saja turun berdampak pada market kripto.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di�grup Telegram kami. Jangan lupa followakun�Instagram dan�Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update�dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *