Lamine Yamal Jadi Korban Rasisme, Barcelona dan PSG Boikot Stasiun Televisi Spanyol

banner 120x600
banner 468x60

loading…

banner 325x300

Lamine Yamal Jadi Korban Rasisme, Barcelona dan PSG Boikot Stasiun Televisi Spanyol. Foto: Goal International

Barcelona dan Paris Saint-Germain (PSG) memilih untuk memboikot wawancara dengan stasiun televisi Spanyol, Movistar, menyusul komentar berbau rasis yang dilontarkan oleh komentator mereka, German Burgos, terhadap bintang muda Barcelona, Lamine Yamal.

Kejadian ini berawal saat Yamal ditampilkan dalam preview pertandingan oleh Movistar sebelum laga leg pertama babak perempat final Liga Champions 2023/2024 antara Barcelona dan PSG. Burgos kemudian menyahut dengan komentar yang tidak pantas, mengarah pada asal-usul etnis Yamal.

Burgos mengatakan, “Jika sepak bola tidak berhasil, dia akan berakhir di lampu lalu lintas,” yang secara jelas merujuk pada stereotip rasial. Setelah kontroversi tersebut, Burgos kemudian meminta maaf secara terbuka kepada Yamal, mengklaim bahwa komentarnya tidak bermaksud menyakiti siapapun.

Meskipun permintaan maaf itu disampaikan, Barcelona dan PSG memutuskan untuk bersikap tegas dengan memboikot wawancara dengan Movistar. Para pemain dan pelatih dari kedua tim menolak untuk menjawab pertanyaan dari stasiun TV tersebut.

Presenter Movistar, Ricardo Sierra, memberikan penjelasan kepada pemirsa tentang keputusan Barcelona dan PSG untuk tidak hadir dalam acara wawancara. Persaingan antara kedua tim tetap berlanjut, dengan leg kedua perempat final Liga Champions yang dijadwalkan berlangsung di markas Barcelona, Stadion Olimpiade Lluis Companys, pada Rabu (17/4/2024) mendatang.

(sto)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *