JPMorgan Ungkit 3 Ancaman Serius soal Prospek Kripto ke Depan

banner 120x600
banner 468x60

Para analis JPMorgan terus menganjurkan kehati-hatian di pasar kripto. Mereka menyebutkan beberapa kekhawatiran yang dapat mengaburkan masa depan pasar.

Perspektif hati-hati dari JPMorgan ini berfungsi sebagai panduan penting bagi investor yang menavigasi pasar kripto yang senantiasa volatil.

banner 325x300

Analis JPMorgan Ungkit Faktor-Faktor yang Pengaruhi Pasar Kripto

Nikolaos Panigirtzoglou selaku sosok yang memimpin tim analis menyoroti tiga ancaman utama. Di antaranya yaitu harga Bitcoin yang tinggi, minat investor ritel yang menyusut, serta sepinya pendanaan modal ventura. Ketiga hal inilah yang menjadi alasan di balik pandangan hati-hati mereka.

“Dengan absennya katalis positif dan dorongan ritel yang menghilang, kami mempertahankan sikap hati-hati terhadap pasar kripto dalam waktu dekat.”

Analis JPMorgan

Namun, terlepas dari optimisme sebelumnya di bulan Agustus 2023 bahwa aksi jual sudah mulai mereda, perkembangan terbaru menunjukkan perubahan tajam. Di bulan April, Bitcoin telah turun drastis sebesar 16%. Tren ini menandai penurunan bulanan terparahnya sejak Juni 2022. Akibatnya, penurunan ini juga bertepatan dengan kurangnya minat di antara investor ritel, yang telah menarik diri dari pasar kripto serta pasar saham.

Kinerja Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Adapun meredupnya antusiasme ini terlukis pada arus keluar yang tercatat dalam sejumlah exchange-traded fund(ETF) Bitcoin spot yang berbasis di AS.

Khususnya, pada 1 Mei, 11 ETF ini mencatat arus keluar bersih gabungan sebesar US$563,7 juta. Ini sekaligus menandai rekor penarikan ETF tertinggi hingga saat ini.

Terlebih, nihilnya investasi segar di iShares Bitcoin Trust (IBIT) BlackRock semakin mendukung tren ini. IBIT tidak mengalami arus masuk sama sekali dalam tujuh hari perdagangan terakhir.

Sama halnya, reksa dana ekuitas juga melaporkan arus keluar bersih. Alhasil, fenomena ini membalikkan tren arus masuk yang tercatat pada bulan-bulan sebelumnya di bulan Februari dan Maret.

Perubahan sentimen investor ini sebagian dapat dikaitkan dengan aktivitas profit taking alias ambil untung, terutama oleh pemain institusional. Menurut JPMorgan, para penasihat perdagangan komoditas dan dana kuantitatif telah mengurangi posisi bullishmereka pada Bitcoin dan emas. Aksi ambil untung ini mengindikasikan kalibrasi ulang risiko yang hati-hati di antara para investor berpengalaman ini.

Namun, cukup kontras dengan sikap hati-hati saat ini, JPMorgan sebelumnya sukses mencatat lonjakan aktivitas perdagangan futures Bitcoin di Agustus 2023. Para analis menafsirkannya sebagai tanda stabilisasi pasar dan pembahasan seputar potensi rebound. Faktanya, Bitcoin memang telah sukses mengukir rekor harga tertinggi sepanjang masa baru di Maret 2024.

Namun, kemerosotan pasar belakangan ini telah mendorong pengkajian ulang terhadap lintasan pasar.

Bagaimana pendapat Anda tentang 3 peringatan dari analis JPMorgan ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda digrup Telegram kami. Jangan lupa followakunInstagram danTwitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap updatedengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *