Eng Hian Bongkar Penyebab Apriyani/Fadia Melempem di Tur Eropa

loading…

Eng Hian Bongkar Penyebab Apriyani/Fadia Melempem di Tur Eropa. Foto: IST

JAKARTA – Pelatih ganda putri Indonesia, Eng Hian, menyebut Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti , salah fokus dalam target mereka di Tur Eropa lalu. Kata dia, seharusnya mereka masih fokus untuk membuat Apriyani bermain senormal mungkin dalam masa penyembuhan cederanya, tetapi mereka malah melenceng dan mengincar hasil pertandingan.

Prifad -sebutan Apriyani/Fadia- memulai Tur Eropa dengan gugur di babak 16 besar French Open 2024. Kemudian, pada pekan berikutnya mereka tersingkir di babak yang sama dalam pagelaran All England 2024.

Pada turnamen terakhir di Swiss Open 2024, Apriyani/Fadia berhasil melangkah hingga ke semifinal. Namun, langkah mereka dihentikan kompatriot mereka, yakni Lanny Tria Mayasari/Ribka Sugiarto, yang kemudian keluar sebagai juara.

Dilihat dari segi hasil, pencapaian selama tiga turnamen tersebut jelas buruk bagi pasangan ranking sembilan dunia tersebut. Apalagi, tiga pasangan ganda putri Indonesia lainnya, Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Mayasari, Lanny/Ribka dan Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi, masuk ke final secara berurutan dalam tiga pekan beruntun di Benua Biru dengan menghasilkan dua gelar juara.

Namun, Eng Hian menegaskan bahwa hasil pertandingan memang bukan sesuatu yang ditargetkan olehnya kepada Apriyani/Fadia. Dalam kesepakatan mereka, sang pelatih hanya ingin melihat sejauh mana Apriyani bisa berani bermain senormal mungkin karena peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu memang belum pulih sepenuhnya dari cedera kaki yang dideritanya sejak tahun lalu.

“Prifad evaluasinya dari awal keberangkatan target hasil bukan menjadi kesepakatan saya dan mereka, tapi lebih untuk kita melihat seberapa jauh keberanian Apri untuk bermain senormal mungkin di lapangan karena di latihan saya rasa pasti akan sangat berbeda dengan suasana di pertandingan,” kata Eng Hian kepada awak media, termasuk MNC Portal Indonesia, saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu, 3 Maret 2024.

“Dan itu dia buktikan awalnya di Prancis pada saat babak pertama. Dia sangat menikmati dan pada saat sudah lolos babak pertama itu menimbulkan kepercayaan diri buat dia,” tambahnya.

Namun sayang, Eng Hian melihat Prifad justru salah fokus setelah menjalani pertandingan demi pertandingan di mana kepercayaan diri Apriyani telah meningkat setelah French Open 2024. Menurutnya, mereka malah lebih terlalu berambisi untuk meraih hasil pertandingan sebaik mungkin.

“Tapi pada pertandingan selanjutnya dan selanjutnya tentu ekspektasi dari Prifad sendiri pasti masih berharap mendapatkan hasil yang lebih baik, tapi ternyata hasilnya tidak sesuai yang mereka harapkan. Padahal kesepakatannya bukan seperti itu, tapi kita mau melihat seberapa jauh progres kakinya Apri karena kalau dibilang progres (penyembuhan) kakinya Apri ini kan belum 100 persen, baru 80-85 persen,” jelas pelatih yang akrab disapa Ko Didi itu.

Lebih lanjut, Eng Hian menilai melencengnya fokus Apriyani/Fadia berpengaruh dengan permainan mereka di atas lapangan. Bahkan, gerakan-gerakan yang dilakukan Apriyani malah menyebabkan masalah lainnya.

“Iya (salah fokus) itu berpengaruh, malah jadi tidak melakukan semua gerakan ini, dia masih merasa ragu-ragu. Harusnya dia fokus untuk harus kembali normal untuk melakukan gerakan-gerakan, tapi dia malah jadi lebih memikirkan untuk masalah taktik strategi, bagaimana mengalahkan lawan. Itu bukan yang jadi targetnya dulu,” ujar pelatih berusia 46 tahun itu.

“(Targetnya) Bagaimana dia mendapatkan situasi di lapangan dengan kondisi seperti ini, dia bisa melihat keterbatasannya seperti apa, sejauh apa, tapi jadinya malah jadinya pengen terus menang. Itu yang mengakibatkan malah kemarin ada sedikit (masalah), karena dia gerakannya nahan, jadi kompensasi gerakan, ada sedikit sakit di tempat yang lain lagi malah,” pungkasnya.

(sto)

Exit mobile version