Benarkah Minum Kopi Jadi Penyebab Buang Air Besar?

banner 120x600
banner 468x60

loading…

banner 325x300

Kafein atau kopi sering disebut sebagai penyebab buang air besar. Foto/ adobe stock

JAKARTA – Kafein atau kopi sering disebut sebagai penyebab buang air besar. Orang yang menderita masalah, seperti usus bocor atau IBS (irritable bowel syndrome) mengalami masalah yang lebih parah.

Jika Anda pernah memperhatikan bagaimana reaksi tubuh setelah mengonsumsi kopi atau kafein, Anda akan menyadari bahwa buang air besar Anda cenderung lebih lancar.

Mereka yang menderita masalah seperti usus bocor atau IBS akan merasakan kekhawatiran ini lebih umum dalam hidup mereka.

Salah satu faktor utama mengapa kopi sering menyebabkan peningkatan buang air besar adalah kemampuannya merangsang produksi gastrin, hormon yang bertanggung jawab mengatur sekresi asam lambung dan motilitas gastrointestinal.

Mengonsumsi kopi, khususnya kopi berkafein, memicu pelepasan gastrin di perut. Gastrin, pada gilirannya, mendorong otot-otot di saluran pencernaan berkontraksi lebih kuat, mempercepat pergerakan makanan melalui sistem pencernaan, jelas ahli gizi Avni Kaul.

Kopi menyebabkan buang air besar

1. Kontraksi usus besar
Kafein, komponen penting dalam kopi, juga memainkan peran penting dalam efek pencaharnya. Kafein merangsang pelepasan katekolamin seperti adrenalin dan noradrenalin yang merupakan neurotransmiter yang dapat meningkatkan kontraksi usus besar. Kontraksi yang meningkat ini mendorong isi usus besar menuju rektum lebih cepat, sehingga menimbulkan keinginan untuk buang air besar, menurut ahli.

2. Kafein merangsang pelepasan empedu
Alasan lain yang berkontribusi terhadap efek pencahar kopi adalah kemampuannya merangsang pelepasan empedu. Kopi memiliki senyawa yang memicu produksi kolesistokinin (CCK), yaitu hormon yang memberi sinyal pada kantong empedu untuk melepaskan empedu ke usus kecil. Empedu memainkan peran penting dalam pencernaan dan penyerapan lemak. Pelepasan empedu yang lebih banyak dapat mempercepat pencernaan dan transit makanan melalui usus, sehingga berpotensi mengakibatkan peningkatan pergerakan usus.

3. Keasaman dan produksi asam lambung
Keasaman kafein juga dapat memengaruhi pergerakan usus. Kopi bersifat asam dan ketika masuk ke lambung merangsang pembentukan asam lambung. Peningkatan keasaman di perut ini dapat mempercepat proses pencernaan, sehingga mempercepat waktu transit melalui saluran pencernaan, kata sang ahli. Keasamannya mungkin memiliki dampak iritasi langsung pada lapisan lambung dan usus, yang selanjutnya mendorong pergerakan usus.

Penting untuk dicatat bahwa tidak semua orang mengalami efek pencahar dari kopi dalam tingkat yang berbeda-beda. Meskipun beberapa orang mungkin mengalami efek pencahar yang nyata, yang lain mungkin tidak menyadari adanya perubahan signifikan pada kebiasaan buang air besar setelah mengonsumsi kopi. Faktor individu seperti toleransi terhadap kafein, kepekaan terhadap komponen asam kopi, dan kesehatan pencernaan secara keseluruhan dapat memengaruhi pengaruh kopi terhadap pergerakan usus.

(tdy)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *