Antara Pembuktian Petinju No 1 dan Pertarungan Berisiko

banner 120x600
banner 468x60

loading…

banner 325x300

Terence Crawford mencoba menegaskan dirinya layak bertarung melawan Canelo Alvarez pada bulan Desember atau Januari mendatang / Foto: Boxingnews24

Terence Crawford mencoba menegaskan dirinya layak bertarung melawan Canelo Alvarez pada bulan Desember atau Januari mendatang. Petinju pemegang sabuk juara kelas welter WBA Super, WBC, dan WBO mengklaim jika pertarungan ini bisa dianggap sebagai ajang pembuktian mengenai siapa petinju terbaik di dunia.

Tapi Crawford tak bisa terlalu banyak mengomentari perihal pertarungan melawan Canelo. Sebab, dia saat ini tengah disibukkan dengan persiapan melawan juara kelas menengah junior WBA Israil Madrimov pada 3 Agustus. Sementara Canelo kemungkinan bakal menghadapi Edgar Berlanga atau Jermall Charlo pada September mendatang.

Sulit memprediksi apakah Canelo mampu memenangkan duel tersebut atau tidak. Sebab, Berlanga terlihat seperti petinju kelas berat ringan, dan dia bisa melepaskan bogem yang bakal menganvaskan petinju Meksiko tersebut.

Sedangkan Charlo adalah salah satu petinju kelas menengah terbaik sebelum cuti dari ring tinju. Jika dia bisa mendapatkan kembali performa semula, dia bisa membuat Canelo kerepotan.

Jika Crawford dan Canelo mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik, bukan tak mungkin rencana Turki Alalshikh untuk menyatukan kedua petinju terbaik dunia di atas ring yang sama dapat terealisasi. Tapi bagi Crawford, ini merupakan pertarungan berisiko sejak berduel melawan Yuriorkis Gamboa pada 2014.

Tapi ada satu permasalahan yang mungkin bakal menghalangi mereka, yakni masalah negosiasi pertarungan. Keduanya kemungkinan bakal kesulitan untuk bernegosiasi mengenai Harga dalam pertarungan tersebut.

“Anda mendapatkan dua petarung terbaik dalam dekade ini, tidak hanya dalam setahun terakhir ini. Anda mendapatkan dua petarung yang berada di puncak selama sepuluh tahun terakhir. Anda mendapatkan petinju pound-for-pound No.1 di dunia, dan money man No.1,” kata Terence Crawford kepada ESPN seperti dikutip dari BoxingNews24, Rabu (8/5/2024).

Namun demikian, beberapa penggemar tinju dunia banyak yang percaya bahwa Crawford tidak layak dianggap sebagai petinju teratas lantaran ia hanya bertaung sekali dalam setahun. Selain itu, ada beberapa hal lainnya yang membuat mereka ragu.

Mulai dari usai, kehabisan energi di atas ring, hingga sempat mengalami kecelakaan mobil. Sehingga banyak penggemar yang melihatnya sebagai petinju yang yang tak layak dianggap sebagai petinju nomor 1.

(yov)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *